Sunday, May 27, 2018

Betadine Obat Kumur Antiseptik Solusi Tenggorokan Saat Berpuasa

Posted by Kania Safitri at 12:46 PM
Hello Beauties...
                                                                                                                                         
Akhir pekan di minggu pertama puasa aku kali ini seru sekali karena aku menghadiri Media & Blogger Gathering yang bertemakan “Yuk Jaga Kesehatan Tenggorok Saat Puasa”  pada hari Senin, 21 Mei 2018 di Beranda Kitchen – Jakarta. Alhamdulillah sejak hari pertama puasa hingga saat ini aku insyaAllah masih berpuasa. Saat puasa tubuh mendapat berbagai keuntungan seperti kesempatan berisitirahat bagi alat pencernaan dan memperbaiki proses regenerasi saluran cerna. Namun, puasa juga memberikan risiko dehidrasi yang menyebabkan kering dan turunnya daya tahan tubuh kita hingga akan mudah terkena risiko infeksi kuman pada rongga mulut kita seperti sakit tenggorok dan sariawan. Kesehatan tenggorok ketika berpuasa perlu dijaga agar ibadah puasa bisa berjalan dengan maksimal. Untuk mencegah infeksi tenggorok saat puasa, penting untuk memperhatikan pilihan makanan dan minuman yang dikonsumsi ketika sahur dan berbuka serta rutin melakukan kebiasaan gargle/kumur saat sahur dan sebelum tidur. 
Acara kali ini menghadirkan nara sumber Ketua Department Ilmu Gizi RSCM FKUI, dr. Fiastuti Witjaksono, SpGK  dan Educator & Trainer Mundipharma Indonesia, dr. Mery Sulastri. dr. Fiastuti Witjaksono, SpGK menjelaskan, bahwa pada saat berpuasa, tubuh kita tidak diisi dengan nutrisi selama hampir 14 jam. Ketika berbuka atau sahur, tubuh membutuhkan penyesuaian kembali dengan apa yang masuk ke dalam tubuh, begitu juga dengan tenggorok. Untuk mencegah infeksi pada tenggorok, pilihlah makanan dan minuman yang sesuai dengan suhu tubuh normal manusia yaitu 37oC. Makanan dan minuman yang terlalu panas atau dingin bisa memicu reaksi stress pada mukosa tenggorok sehingga kuman lebih mudah masuk. Hindari juga makanan berminyak seperti gorengan karena dapat menyebabkan iritasi pada tenggorok. Makanya kesehatan tenggorok juga perlu dijaga agar puasa kita terasa nyaman dan lancar.
Hal-hal yang dirasakan saat puasa biasanya lapar,
 haus/dehidrasi, lesu, kurang tenaga, daya tahan tubuh menurun dan konstipasi

Efek puasa terhadap kesehatan
- Beberapa penelitian mendapatkan efek puasa terhadap:
- Berat Badan
- Tekanan darah
- Kadar lipid darah
- Kadar gula darah
- Status hidrasi
- Infeksi kerongkongan

Hubungan puasa dan saluran cerna
- Tidak puasa :
Makan 3 kali + snak (beberapa kali), berarti saluran cerna tidak pernah beristirahat
Minum cukup

- Puasa
Puasa memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat.
Memperbaiki proses regenerasi saluran cerna, dengan mengurangi beban kerja
Kurang minum, risiko dehidrasi, kering pada tenggorokan

Waktu makan pada puasa:
• Sahur (jam 03-04 pagi)
• Buka ( jam 18 )
• Setelah tarawih (jam 21)

- Sahur (40%) : Makan besar 30%
Makan kecil 10% (sebelum imsak)
Minum 2-3 gelas (hindari minuman manis dan
pilih minuman sesuai suhu tubuh)

- Buka (50%) : Makanan manis 10%
Makanan lengkap 30%
Makanan kecil 10%
Minum 3-4 gelas ( sesuai suhu tubuh, hindari minuman terlalu dingin)

- Setelah Tarawih (10%)
Makanan kecil 10%
Minum 1-2 gelas

- Sahur
Komposisi lengkap
Karbohidratnkompleks: nasi/ roti/ kentang/ bihun
Protein hewani: Ikan/ ayam/ telur/ daging
Protein nabati : tahu/ tempe
Lemak : minyak
Sayur & buah
Susu 1 gelas
Air minimum 2-3 gelas
Jangan minum manis (risiko lapar dan hipoglisemia)
Minum dengan suhu sesuai suhu tubuh

- Buka
Dimulai dengan makanan manis
Agar cepat mengganti kadar gula darah yang sudah turun
Sebaiknya sesuai dengan suhu tubuh, hindari minuman terlalu dingin(es), seperti Teh manis, kurma, kolak, koktail buah
Minuman dingin sering meningkatkan risiko infeksi tenggorokan

- Makan Lengkap
Karbohidrat: nasi, roti, kentang, bihun
Protein : Ikan, ayam, telur, tahu, tempe
Lemak : minyak
Sayur & buah
Minum : 3-4 gelas dengan minuman sesuai suhu tubuh

dr. Fiastuti menambahkan, “Selain menghindari makanan dan minuman pemicu radang, penting untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh ketika puasa. Pada saat puasa, waktu makan terbagi menjadi tiga, yaitu ketika sahur, berbuka, dan setelah tarawih. Pada saat sahur, utamakan mengkonsumsi makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, dan buah serta air putih 2-3 gelas. Hindari minuman yang manis karena dapat mempercepat rasa lapar muncul. Saat berbuka, awali dengan makanan/ minuman yang manis untuk mengganti kadar glukosa darah yang sudah turun selama berpuasa seperti teh manis, kurma, dan kolak. Lanjutkan dengan makan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah serta minum 3-4 gelas air putih. Setelah tarawih bisa diisi kembali dengan makanan kecil serta air putih 1-2 gelas.”
Kesimpulan dari penjelasan dr. Fiastuti yaitu :
1. Pola makan saat puasa perlu disesuaikan dengan perubahan frekuensi makan saat puasa
2. Jumlah makanan saat puasa disesuaikan dengan kondisi seseorang
3. Komposisi makanan harus memenuhi komposisi makanan seimbang
4. Cairan harus tercukupi dan pemilihan jenis dan suhu minuman yang dapat membantu agar tidak mudah infeksi

Pada saat risiko infeksi tenggorok meningkat ketika berpuasa, masyarakat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tenggorok dengan gargle menggunakan cairan kumur antiseptik. Gargle merupakan cara berkumur yang benar yakni dari rongga mulut hingga pangkal tenggorok. Berdasarkan hasil penelitian, cairan kumur antiseptik yang mengandung Povidone-Iodine terbukti dapat mengurangi jumlah bakteri dan virus pada rongga mulut sebanyak 99.9%  dengan efektivitas tinggi dan waktu singkat. Berkumur dengan cairan penyegar mulut yang tidak tepat akan membuat rongga mulut kita terasa kering, dimana kondisi rongga mulut yang kering akan memudahkan bakteri berkembang.   

Hal tersebut didukung oleh penjelasan dari  dr. Mery Sulastri bahwa Povidone-Iodine 1% merupakan zat antimikroba yang memiliki manfaat untuk menjaga kebersihan daerah mulut dan tidak menimbulkan resistensi dan sudah terbukti secara klinis dapat membunuh kuman seperti bakteri, jamur ataupun virus di area mulut dan tenggorok secara efektif.  Povidone – Iodine 1% telah juga  aman digunakan pada rongga mulut dan juga daerah tenggorok karena memiliki spectrum yang luas, dapat membantu mempercepat penyembuhan luka infeksi di rongga mulut, dan membantu menghentikan pendarahan."
Gargle dianjurkan pada masyarakat selama 30 detik menggunakan cairan antiseptik Povidone-Iodine seperti BETADINE® Obat Kumur yang terbukti dapat mengembalikan kadar flora normal dalam 120 menit. Dan selama bulan puasa, masyarakat direkomendasikan untuk gargle 2 kali sehari, yaitu saat sahur setelah selesai makan dan sebelum tidur.

Ok, sekian dari aku semoga bermanfaat  dan sampai jumpa di blogpost berikutnya. Jangan lupa follow my Blog, IGFBTwitter dan Youtube.

Thank you and have a nice day :) 


0 comments:

Post a Comment

 

Beauty Diary Kania Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting