Thursday, October 10, 2019

Kemasan Styrofoam Aman Untuk Makanan dan Lingkungan

Posted by Kania Safitri at 6:43 PM
Hello Beauties…

Well kali ini aku akan bahas seputar styrofoam, nah menurut kalian aman gak siy? Well daripada penasaran yuk langsung aja baca postingan aku berikut ini. Jadi belum lama ini pada hari Selasa, tepatnya pada tanggal 8 OKtober 2019 bertempat di Ocha Bella Resto – Jakarta . Aku menghadiri acara Gathering dengan tema "How to make good quality take away food" dan cooking in style bersama Chef Lucky Andreono.
Buat yang penggemar kuliner apalagi yang ngikutin acara Master Cheff pasti kenal dengan cheff Lucky Andreono yaitu juara Master Chef Indoneisa Season 1. Kali ini cheff Udang saus telur asin dan ayam tumis cabai garam. bahan bahan yang diperlukan sudah dipilah pilah kedalam styrofoam. Karena styrofoam lebih fleksibel, mudah dibawa bawa dan tentu saja  harga lebih murah dibanding pakai container dan pastinya lebih fresh.
Sambil masak pada acara kali ini juga hadir Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph.D, Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran Institut Teknologi Bandung. Pak Akhmad Zainal menjelaskan banyak seputar styrofoam.

Senang deh acara kali ini aku jadi dapat ilmu yang sebelumnya belum aku ketahui, karena banyak sekali info mengenai kemasan styrofoam. Kemasan styrofoam memang sering digunakan untuk wadah aneka makanan. Hanya saja masih banyak orang yang merasa khawatir dalam menggunakan kemasan berwarna putih ini.

Kekhawatiran ini muncul dikarenakan banyak kabar mengatakan bahwa wadah makanan yang mengandung polistirena ini bahaya bagi kesehatan tubuh seperti mengakibatkan kanker. Padahal jika tidak digunakan secara berlebihan, penggunaan styrofoam masih di batas aman bagi kesehatan.

Pak Zainal juga menjelaskan bahwa menurut menurut Institut Nasional Ilmu kesehatan Lingkungan Amerika Serikat stirena tidak boleh disamakan dengan polistirena (busa). Karena Polistirena dan Stirena adalah dua zat berbeda. Meskipun polistiren dibuat dari Stiren, namun Menyatakan Polistirena sama dengan Stirena adalah seperti menyatakan berlian sama dengan karbon. Keduanya bukan merupakan zat yang sama, begitu teman. Stiren juga terkandung secara alami dan dapat ditemukan pada stroberi, kayu manis, daging, dan kopi. Inilah mengapa penggunaan styrofoam tetap aman. Bahkan di negara lain sudah ada penelitian bahwa kemasan ini masih dalam batas aman bagi kesehatan asal tidak digunakan secara berlebihan.
Jadi Polistiren (PS) sendiri adalah bahan plastik serba guna yang banyak digunakan untuk berbagai produk, seperti perlengkapan rumah tangga, mainan anak, barang elektronik, suku cadang kendaraan, dan berbagai alat kesehatan. Sifatnya yang keras dan padat terutama sangat bermanfaat bagi produk yang memerlukan kejernihan dan kestabilan, seperti kemasan makanan dan peralatan laboratorium.
Kalian tau gak siy kalau sampah polistirena adalah sampah yang 100 persen dapat digunakan kembali. Styrofoam dapat dipecah dan dibentuk kembali menjadi produk baru, memang kalau menguraikan secara Microba butuh waktu lebih yang sangat lama tapi kalau secara Thermal hanya dalam hitungan detik bisa selesai.

Banyak juga yang bilang, mengganggu lingkungan hidup itu balik lagi ke sikap kita bagaimana mengubah pola hidup kita. Seperti membuang sampah sesuai dengan jenisnya. Kemudian Styrofoam ini bisa di daur ulang, seperti yang dikatakan bapak Zaenal bahwa bisa dijadikan BBM.
Diketahui, bahwa sampah kemasan makanan berbahan polistirena memiliki nilai yang tinggi karena kemampuannya didaur ulang secara maksimal. Seperti contoh, bisa dijadikan batu atau beton ringan , lalu dapat diecah dan diubah menjadi produk baru yang dapat berguna untuk kemasan elektronik. Berbeda dengan kemasan berbahan kertas yang dilapisi plastik, jarang sekali untuk didaur ulang dikarenakan tidak ada cara ekonomi untuk itu. Karena membutuhkan biaya yang tinggi untuk memisahkan kertas dan plastiknya.

Sejak tahun 2009, BPOM. memberi pernyataan bahwa kemasan tersebut aman untuk digunakan masyarakat Indonesia. Karena styrofoam tersebut ditemukan bahwa residu ppm masih dalam angka yang sangat aman, yakni 10 - 43 ppm. Angka ini jauh di bawah level berbahaya untuk residu kemasan makanan. Dan batas residu Stiren dari Styrofoam tidak boleh lebih dari 5000 ppm. Memilih Styrofoam yang baik dengan melihat bagian bawahnya ada tulisan P6, warna putih stryfoam nya harus putih agak mengkilat.

Cooking in style by Chef Lucky Andreono yang banyak berkutat disekitar makanan membagikan berbagai tips tentang penggunaan Styrofoam. Salah satu dari manfaat tersebut adalah terjaganya kesegaran makanan dengan menggunakan Styrofoam sebagai kemasan makanan. Juga kuat, tahan lama dan tahan banting karena saat proses, Polistiren mengalami ekspansi antara 40 sampai 50 kali dari volume semula, sehingga mengubah udara menjadi bahan kemasan yang kuat dan berdaya guna. Karena bahan polistirena hanya memakai 5 sampai 10% plastik dan diisi udara hingga 90-95%. Juga kalau makanan didalam kemasan Styrofoam, makanan panas akan tetap panas, makanan dingin, dan bahan segar tetap segar lebih lama dibandingkan alternatif lainnya.

Hal ini dikarenakan sifat isolasi polistiren yang sangat baik dan mampu menjaga suhu makanan yang berperan dalam menjaga keamanan makanan. Seperti yang kita perhatikan, di supermarket banyak menggunakan Styrofoam untuk kemasan hasil laut, daging, unggas, karena agar mencegah kebocoran cairan dan bakteri.
Acara berikutnya, belajar membuat sushi. Seru banget deh aku bersama si Kecil membuat sushi yang sebelumnya memang aku belum pernah ternyata aku bisa juga hehehe… ya iyalah semua peralatan dan masakannya sudah tersedia cuma tinggal membentuk gulungan yang sempurna hehehe….
Ok, sekian dari aku semoga sedikit tulisan ini, dapat memberikan info yang jelas tentang penggunaan styrofoam dan membuat kita semua yakin akan manfaatnya ya…




0 comments:

Post a Comment

 

Beauty Diary Kania Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting